Home / Wordpress / Tutorial Plugin W3 Total Cache Untuk Mempercepat Website Anda
Tutorial Plugin W3 Total Cache Untuk Mempercepat Website Anda

Tutorial Plugin W3 Total Cache Untuk Mempercepat Website Anda

Kecepatan sebuah website diakses akan menentukan bisnis kita. Website yang lambat akan dengan mudah ditinggalkan oleh pengunjung atau menurunnya penjualan. Selain Anda kehilangan pengunjung, Anda juga akan kehilangan ranking di mesin pencari. Dan itu berarti jumlah pengunjung Anda akan stuck atau bahkan berkurang. Jika Anda pemain adsense, berarti pendapatan pun akan semakin menurun.

Dengan mengoptimasi kecepatan dari website Anda menjadi hal yang utama yang harus dikerjakan saat ini juga. Artikel kali ini akan membahas Bagaimana mengoptimasi kecepatan dari website kita dengan menggunakan plugin W3 total cache.

Pertama-tama install terlebih dahulu plugin W3 Total Cache ke dalam WordPress kita lalu kemudian diaktifkan. Aetelah plugin Anda aktifkan maka akan ada menu admin yang baru yaitu Performance.

Submenu dari menu Performance kita akan mulai dari general setting. Pada bagian ini akan mengontrol semua section dalam satu tempat dan kita akan bahas satu persatu.

 

1.  General Setting

1.1 General section


Dengan melakukan checkbox maka akan mengaktifkan fitur chacing dalam satu tempat.

Preview Profil mode akan membantu kita untuk mengecek settingan atau hal-hal lain sekiranya akan merusak dari website kita sebelum benar-benar kita aktifkan.

1.2 Page Cache

Menu ini akan mengaktifkan video cacing secara individual dari setiap halaman website.

Page Cache : Enable
Page Cache : Disk Enhanced.

1.3 Minify


Fitur ini adalah proses dimana mengkombinasikan kan dan mengkompres file CSS dan JS Files. File yang besar akan mempengaruhi kecepatan load dari server.

Ada 2 hal yang harus anda perhatikan di dalam proses minify

Jika Anda menggunakan cloudflare, maka proses minify akan diambil alih oleh cloudflare tersebut. Maka pastikan minify tidak aktif jika Anda memang menggunakan cloudflare.

Dan jika Anda tidak menggunakan cloudflare, maka pastikan minify aktif. Tetapi perlu Anda ketahui dalam beberapa kasus bahwa proses inilah yang akan merusak layout dari website atau javascript tidak bekerja. Maka dari lakukan test apakah layout rusak atau tidak ?

1.4 Opcode Cache

Opcode Cache menggunakan chace PHP. Dan sebagian dari WordPress ditulis dalam bahasa PHP. Fitur ini hanya terdapat pada login versi Pro. Jika anda ingin mengaktifkan pastikan anda melakukan testing terhadap performance website anda.

1.5 Database Cache

Fitur ini akan meningkatkan performance dari website anda. Gunakan settingan sebagai berikut

Database Cache : Enabled
Database Cache Method : Disk

Jika Anda menggunakan cdn seperti maxcdn keycdn, Cloudfront dan lain-lain maka pastikan database chace tidak aktif.

1.6 Object Cache


Dengan mengaktifkan fitur Object Cache dapat mempercepat performa dari website Anda, namun dalam beberapa kasus justru bisa membuat website anda menjadi lambat. Maka pastikan anda mengujinya terlebih dahulu.

1.7 Browser Cache

Fitur ini akan melakukan proses chacing dari browser si pengunjung. Aktifkan fitur ini selalu.

1.8 CDN

Cdn atau Content Delivery Network adalah layanan di mana data atau file-file sifatnya statis seperti gambar atau file lain, yang disimpan dalam sebuah server lain. Saat visitor mengakses website kita maka server inilah yang memberikan respon kepada visitor sehingga mengurangi beban dari server utama.

CDN : aktifkan jika menggunakan CDN

1.9 Reverse Proxy

Jika website Anda diakses banyak visitor dalam waktu yang bersamaan, maka server Anda akan sibuk antara melayani request dari pengunjung dan menjawab request dengan mengirimkan data di waktu yang bersamaan. Dan reverse proxy akan membantu dalam situasi seperti. Ketika sebuah request terjadi, maka tugas proxy server yang akan melayaninya.

Membutuhkan pengalaman dalam implementasi reverse proxy ini,  akan dibahas di artikel terpisah dan untuk setingan kali ini biarkan saja disable.

1.10 Network Performance & Security

Fitur ini muncul jika kita menggunakan CDN gratis Cloudflare dan mengaktifkan plugin dari Cloudflare.

1.11 Monitoring

Plugin W3 Total Cache terintegrasi dengan New Relic. New relic adalah fitur untuk monitoring dari performance website kita. Anda bisa membuat akun gratis untuk mendapatkan informasi dari performance website anda.

1.12 Licensing


Jika anda punya versi Pro dari plugin ini silakan masukkan lisensi yang didapat pada kolom yang tersedia.

1.13 Miscellaneous


Silakan Perhatikan gambar di atas.

1.14 Debug

Ada menu ini bisa anda abaikan saja.

1.15 Import/Export Settings

Pada fitur ini anda bisa mengambil settingan dari website lain yang sudah anda kerjakan, atau Anda juga bisa menyimpan settingan untuk kemudian nanti anda gunakan settingan plugin W3 total cache ini pada website lain.

Kami kita akan masuk pada settingan yang lebih detail dari setiap elemen-elemen diatas. Silahkan ikuti perintah digambar yang disertakan untuk seluruh setingan detailnya.

2. Page Cache

2.1 General Section

2.2 Aliases

2.3 Cache Preload

2.4 Purge Policy

Jika Front Page Anda merupakan halaman yang statis, pastikan Unchek Front Page

 

2.5 Advanced

Untuk setingan ini biarkan saja default.

3. Minify

3.1 General

3.2 HTML & XML

3.3 JS

3.4 CSS

3.5 Advanced

Untuk bagian ini biarkan saja default.

4. Database Cache

4.1 General

4.2 Advanced

Pada bagian biarkan saja default.

 

5. Object Cache

 

6. Browser Cache

6.1  General

6.2 CSS & JS

6.3 HTML & XML

6.4 Media & Other

 

Itulah bagian penting dalam setingan plugin W3 Total Cache. Semoga artikel ini bermanfaat.

Check Also

featured image juragan online

Trik Sederhana Optimasi Blog WordPress Agar Meranking di Google

Kali ini kita akan membahas Bagaimana membuat sebuah website berbasis CMS WordPress agar bisa bercokol …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *